Tepung Mocaf Adonara Karya Yosep Finus Tembus Dapur MBG Flores Timur, 500 Bungkus Laku Tiga Bulan
LARANTUKA — Tepung Mocaf Adonara dijual Rp20 ribu per kemasan 500 gram. Yosep memulai usaha ini setelah berhenti dari produksi keripik singkong. Menurut dia, olahan singkong selama ini berputar di keripik, gorengan, dan putu, tanpa pilihan lain.
Sarjana farmasi itu mengembangkan mocaf sebagai bahan baku turunan, mulai dari kue nextar, bolu, lumpia, hingga menu makan harian. Prosesnya dipelajari lewat buku, jurnal, dan video tutorial sebelum akhirnya ia tekuni sendiri.
Fermentasi Satu sampai Tiga Hari, Produksi Sepekan
Mocaf berbeda dengan tepung tapioka meski sama-sama berbahan singkong. Tapioka dibuat dengan memarut singkong, memeras, lalu mengendapkan cairannya hingga kering. Mocaf melewati fermentasi.
Singkong dicuci bersih dan diiris tipis, lalu difermentasi antara satu sampai tiga hari. Yosep menjelaskan tahap lanjutannya secara rinci.
"Hasil fermentasi dibilas lagi dengan air, dijemur tiga hari hingga benar-benar kering, digiling halus dan diayak. Tepung jadi dipanaskan pada suhu terukur sebelum pengemasan," kata Yosep kepada Ekora NTT pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Satu siklus produksi memakan waktu sekitar sepekan. Yosep mengaku sempat kesulitan di awal, tetapi kini prosesnya berjalan lancar karena sudah terbiasa.
Sudah Kantongi Izin Usaha dan Terdaftar HAKI
Produk Tepung Mocaf Adonara sudah memperoleh izin usaha berbasis risiko dan terdaftar di Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Yosep menyebut produknya bisa bertahan hingga satu tahun.
Dari sisi penjualan, ia menilai harga Rp20 ribu per 500 gram masih terjangkau pembeli. Respons masyarakat yang membeli, katanya, positif.
"Selama tiga bulan sudah laku 500 bungkus. Masyarakat yang beli responsnya positif," kata Yosep.
Masuk Dapur MBG Adonara dan Larantuka
Tepung Mocaf Adonara kini dipakai dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Flores Timur, yakni SPPG Fortuna Waiwadan di Adonara dan SPPG Fortuna di Larantuka. Ketua SPPG Waiwadan, Wilfridus Kabelen, menyebut pihaknya membeli mocaf untuk diolah menjadi beragam menu.
"Baru-baru ini kami pesan 25 bungkus. Ini produk yang layak sebagai pengganti tepung, bisa untuk buat ayam goreng krispi, tempe goreng, dan perkedel tahu," tutur Wilfridus.
SPPG Waiwadan sudah beroperasi setahun dan terus membuka ruang bagi pelaku UMKM lokal. Wilfridus menilai program MBG dapat mendorong geliat ekonomi masyarakat setempat.
"Kami bukan peluang bagi pelaku UMKM seperti Yosef untuk memasok bahan baku di dapur. Semoga masih ada yang lain bisa memanfaatkan peluang ini," pungkasnya.
Musim Hujan Jadi Kendala Pasokan Singkong
Kendala utama usaha Yosep ada di persediaan bahan baku. Saat musim hujan, pasokan singkong menurun dan kualitasnya ikut menyusut.
Untuk mengantisipasi, ia menumpuk stok mocaf sebelum musim hujan datang. Yosep mengaku penerimaan dari penjualan mocaf cukup membantu dan ia terus berupaya mengembangkan usaha ini.