Breaking

TNI Kerahkan Puluhan Personel Bantu Polres Sumba Barat Redam Ketegangan Usai Penyerangan Mapolres

RE
Kamis, 17 September 2026
TNI Kerahkan Puluhan Personel Bantu Polres Sumba Barat Redam Ketegangan Usai Penyerangan Mapolres

WAIKABUBAK — Personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama Yonif TP 930/Toda Tebi memperkuat pengamanan di sekitar Mapolres Sumba Barat menyusul aksi perusakan sejumlah fasilitas markas tersebut. Puluhan personel dikerahkan untuk membantu menenangkan massa dan mencegah situasi berkembang lebih jauh.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menyatakan keterlibatan kedua satuan itu merupakan bentuk sinergi TNI-Polri dalam menjaga keamanan wilayah. Bantuan diberikan sebagai respons atas permintaan Kapolres Sumba Barat kepada Dandim 1613/Sumba Barat.

"Personel Kodim 1613/Sumba Barat membantu pengamanan atas permintaan Polres Sumba Barat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta membantu menenangkan masyarakat agar situasi tidak semakin berkembang," ujar Amrizal dalam keterangan pers di Denpasar, Rabu.

Peristiwa Bermula dari Penindakan Dugaan Pencurian Sapi

Ketegangan dipicu kematian Jowa Tana, warga Desa Baliledo, Kecamatan Loli, Sumba Barat. Ia meninggal setelah mendapat tindakan kepolisian dalam proses penindakan dugaan tindak pidana pencurian sapi.

Penindakan terjadi Selasa (15/9) pagi ketika personel Satreskrim Polres Sumba Barat mendatangi rumah yang bersangkutan. Saat petugas masuk, Jowa Tana disebut mengambil senjata tajam berupa parang dan berusaha melawan sebelum melarikan diri ke arah belakang rumah.

Petugas melakukan pengejaran dan melepaskan tiga tembakan peringatan ke udara. Karena yang bersangkutan tetap berusaha melarikan diri, petugas melepaskan satu tembakan ke arah kaki untuk melumpuhkan. Akibat pergerakan saat berlari dan terjatuh, tembakan mengenai bahu kanan. Korban dibawa untuk penanganan medis, namun dinyatakan meninggal dunia.

Massa Bawa Jenazah ke Mapolres, Negosiasi Tak Capai Kesepakatan

Pada sore hari, massa dari Desa Baliledo membawa jenazah korban menuju Mapolres Sumba Barat. Situasi di lokasi berkembang menjadi aksi perusakan sejumlah fasilitas mapolres, disertai tuntutan pertanggungjawaban atas peristiwa itu.

Kepala desa, tokoh masyarakat, dan pihak kepolisian berupaya menenangkan massa. Namun setelah proses komunikasi dan negosiasi dengan pihak keluarga belum menghasilkan kesepakatan, situasi kembali memanas dan terjadi penyerangan serta perusakan di Mapolres Sumba Barat.

Menghadapi perkembangan tersebut, personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama Yonif TP 930/Toda Tebi memperkuat pengamanan bersama Polres Sumba Barat. Personel TNI juga melakukan komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat untuk meredakan ketegangan.

Pengamanan dan Pemantauan Masih Berlangsung

Hingga kini, personel Kodim 1613/Sumba Barat, Yonif TP 930/Toda Tebi, serta unsur Kompi Brimob Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya masih melaksanakan pengamanan dan pemantauan perkembangan situasi. Fokus pengamanan berada di sekitar Mapolres Sumba Barat dan sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat konsentrasi massa.

Di sisi lain, jenazah telah dikawal personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama pihak keluarga menuju rumah duka di Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Pengawalan dilakukan untuk memastikan proses pemulangan jenazah berlangsung aman dan tertib.

Kodam IX/Udayana melalui jajaran kewilayahan mendorong sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan komunikasi, menahan diri, dan menyelesaikan setiap permasalahan melalui mekanisme yang berlaku. Tujuannya agar keamanan dan ketertiban di wilayah Sumba Barat kembali terjaga.

Sumber: kupang.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua