Breaking

Gempa M 6,1 Sumba Barat Daya Rusak Berat 91 Bangunan, 3 Rumah Tak Layak Huni

RE
Selasa, 06 Oktober 2026
Gempa M 6,1 Sumba Barat Daya Rusak Berat 91 Bangunan, 3 Rumah Tak Layak Huni

KUPANG — Data sementara yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Barat Daya mencatat 91 bangunan rusak berat akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1. Kerusakan tersebar pada rumah warga dan fasilitas publik, dengan rumah ibadah serta sekolah ikut terdampak.

Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alphawan Rangga Kaka mengatakan pendataan masih berjalan dan melibatkan pemerintah desa bersama koordinator di setiap kecamatan. Karena itu, angka kerusakan belum final.

"Data terbaru ada 91 bangunan rusak berat, termasuk rumah ibadah dan sekolah," kata Rangga saat diwawancarai Ekora NTT, Senin, 5 Oktober 2026.

Tiga Rumah Tidak Lagi Dapat Dihuni

Dari jumlah tersebut, tiga rumah warga mengalami kerusakan berat sampai tidak bisa lagi ditempati. Para penghuni untuk sementara menumpang di rumah tetangga sambil menunggu penanganan lanjutan.

Pemerintah daerah sudah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Meski begitu, Pemkab Sumba Barat Daya belum menetapkan status tanggap darurat.

Rangga menyebut pemerintah masih menggelar rapat bersama perangkat daerah guna menentukan langkah penanganan berikutnya. Ia juga mengakui dirinya bersama Bupati Sumba Barat Daya telah turun langsung meninjau sejumlah wilayah terdampak usai gempa.

Korban Meninggal Bukan karena Reruntuhan

Gempa ini tidak menimbulkan korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan. Satu warga berusia 70 tahun yang dikabarkan meninggal disebut bukan karena bangunan runtuh, melainkan syok akibat guncangan.

"Korban langsung karna reruntuhan tidak ada, tapi karna efek gempa. Korban dibopong sama keluarga keluar rumah dan meninggal," ujar Rangga.

Pemerintah daerah juga masih menunggu kedatangan tim BNPB dan BPBD Provinsi NTT yang dalam perjalanan dari Labuan Bajo menuju Sumba. Kehadiran tim pusat dan provinsi diharapkan mempercepat asesmen kerusakan di lapangan.

Gubernur NTT Kirim Sembako dan Terpal

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena memastikan pemerintah provinsi mendukung penanganan awal bencana di Sumba Barat Daya. Ia meminta BPBD Provinsi NTT segera mengirimkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.

Kebutuhan yang diminta diprioritaskan pada sembako dan terpal. Warga yang masih takut tidur di dalam rumah menjadi alasan terpal masuk daftar kebutuhan mendesak.

"Terutama untuk kebutuhan dasar makan, minum dan tempat tidur. Banyak warga masih takut tidur di dalam rumah, sehingga terpal menjadi salah satu kebutuhan mendesak," kata Melki.

Menurut Melki, tingkat kerusakan bangunan dipengaruhi kuatnya guncangan serta posisi titik gempa yang relatif dekat dengan wilayah terdampak. Laporan kerusakan disebut masih terus bertambah seiring pendataan yang dilakukan pemerintah daerah.

Guncangan gempa turut dirasakan hingga wilayah Manggarai Barat. Pemerintah provinsi menyatakan akan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak bisa segera dipenuhi.

Sumber: ekorantt.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua