KUPANG — Kontingen atlet kempo Kota Kupang membawa pulang predikat juara umum dari Kejurnas Shorinji Kempo Bupati Badung Cup 2026 di Provinsi Bali. Total 23 medali dikumpulkan wakil Nusa Tenggara Timur itu, terdiri dari 10 emas, sembilan perak, dan empat perunggu.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) NTT Julie Sutrisno Laiskodat menyampaikan rasa bangga atas hasil tersebut. Menurutnya, pencapaian ini merupakan buah kerja bersama atlet, pelatih, pengurus, dan orang tua kensi.
"Sukses ini membawa kabar gembira bagi atlet, pelatih, pengurus dan orang tua kensi yang telah berjuang bersama-sama meraih prestasi ini, membawa nama harum NTT di ajang nasional," kata Julie dari Bali, Minggu.
Modal Menuju Kejuaraan Dunia Nagoya 2027 dan PON 2028
Julie menilai Kejurnas antar-kota/kabupaten di Badung itu bukan sekadar ajang meraih medali. Turnamen tersebut menjadi momentum persiapan atlet kempo NTT menyongsong dua agenda besar: Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo di Nagoya pada 2027 dan PON XXII gabungan 2028 di NTT-NTB.
Raihan 10 emas, sembilan perak, dan empat perunggu dinilainya sebagai bukti nyata kemampuan atlet-atlet NTT, khususnya dari Kota Kupang, di panggung nasional.
Keberhasilan tersebut, lanjut Julie, turut ditopang dukungan berbagai pihak. Ia menyebut Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, serta Dispora Provinsi dan Kota Kupang sebagai pihak yang berperan dalam pembinaan atlet.
Sebagai Ketua Umum, Julie berkomitmen terus mendukung atlet kempo NTT di berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.
Wali Kota Kupang Minta Atlet Tetap Rendah Hati
Wali Kota Kupang Christian Widodo memberikan apresiasi atas prestasi para atlet kempo Kota Kupang. Ia meminta para atlet yang berprestasi tetap rendah hati dan terus berlatih keras.
Menurut Christian, target berikutnya bukan hanya prestasi di tingkat nasional, tetapi juga di level internasional.
Kadispora Provinsi NTT Alfonsus Theodorus yang hadir sekaligus bertugas sebagai koordinator wasit dalam Kejurnas di Bali menyampaikan terima kasih. Menurutnya, seluruh atlet binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Daerah (PPLD) yang meraih medali emas, perak, dan perunggu telah menunjukkan hasil pembinaan yang berjalan baik.
"Diharapkan, prestasi tersebut terus menanjak hingga menggapai mimpi di Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo Nagoya dan PON 2028," tambah dia.