MBAY — Direktur Politeknik St. Wilhelmus, Maria Ermenlinda Oko, menyebut yudisium sebagai momen penting dalam perjalanan akademik setiap mahasiswa. Ia menegaskan momen ini menandai akhir perjalanan di bangku kuliah sekaligus membuka lembaran baru dalam pengabdian di tengah masyarakat.
"Saya apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan studi dengan baik," kata Ermelinda saat kegiatan yudisium diploma III pada Jumat, 18 September 2026.
Empat Program Studi, Lulusan Terbanyak dari Nutrisi dan Makanan Ternak
Ke-79 lulusan tersebar di empat program studi. Prodi Nutrisi dan Makanan Ternak menyumbang 34 orang, Prodi Akuntansi 21 orang, Prodi Manajemen Lahan Kering 17 orang, dan Prodi Tanaman Pangan dan Hortikultura tujuh orang.
Komposisi itu menempatkan bidang peternakan dan pangan sebagai kontributor terbesar lulusan pada periode ini. Sejalan dengan status politeknik sebagai perguruan tinggi vokasi, Ermelinda menaruh harapan agar para mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang dipelajari selama masa perkuliahan.
Ilmu di kampus, katanya, harus bisa memberikan solusi sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat. "Tidak saja dengan IPK terbaik menjadi kebanggaan, namun harus mampu mengimplementasi untuk membantu masyarakat," pesan Ermelinda.
Kampus Vokasi Targetkan Cetak Wirausaha Baru Bidang Pertanian
Politeknik St. Wilhelmus menyatakan komitmen menyiapkan sumber daya manusia unggul. Secara khusus, kampus ini berusaha mencetak wirausaha baru di bidang pertanian.
Yudisium kali ini mengusung tema "sinergi vokasi unggul: mewujudkan kemandirian pangan dan pengelolaan ekonomi berkelanjutan berbasis kompetensi keahlian." Ermelinda berharap lulusan mampu membawa perubahan positif di berbagai bidang sejalan dengan tema tersebut.
Ia juga meminta mahasiswa selalu menjaga nama baik almamater. Hal itu digarisbawahi agar mereka tetap memuliakan integritas saat berada di tengah masyarakat.
Beasiswa KIP Kuliah dan Rencana Lanjut Studi Sarjana
Salah satu lulusan, Yohanes Gruyer Bhia Bi'i, mengapresiasi kerja keras para dosen yang telah mendidiknya selama di kampus. Menurut dia, ilmu yang diperoleh akan menjadi bekal dalam kerja nyata di tengah masyarakat.
Selama tiga tahun berkuliah, Yohanes mengaku mendapatkan sejumlah kemudahan, salah satunya beasiswa dari pihak kampus. "Dulu setelah tamat SMA saya ingin lanjut kuliah di daerah lain, tapi Tuhan membawa saya kuliah di sini dengan beasiswa KIP Kuliah," ujarnya.
Yohanes berencana mencari peluang usaha dan pekerjaan sembari menabung untuk melanjutkan kuliah ke jenjang sarjana. "Saya mau berikan yang terbaik supaya bisa sukses ke depan," pungkasnya.