BANJARMASIN — Bramantya menjelaskan bahwa posisi kapal yang terbalik membuat semua barang, termasuk milik penumpang, berada di langit-langit. Kondisi ini memperberat kerja tim penyelam karena diperkirakan jasad korban juga berada di dalam badan kapal.

"Akses masuk penyelam ke badan kapal sangat terbatas karena tertutup," kata Bramantya di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Rabu (30/9) malam.

Selain lorong yang tertutup, arus gelombang kencang membuat posisi kapal masih labil. Tim penyelam yang mendukung pencarian di bawah permukaan laut diminta sangat berhati-hati dan mengutamakan keselamatan.

Mengapa Posisi Kapal Terbalik Menyulitkan Evakuasi?

Dengan badan kapal terbalik, ruang di dalamnya tidak lagi berada di posisi normal. Barang-barang penumpang yang semula di lantai kini menempel di langit-langit, mempersempit ruang gerak penyelam.

Bramantya menyebut tim tetap berupaya maksimal menemukan sisa korban meski risiko di sekitar area kapal cukup tinggi. "Namun pada prinsipnya kita tetap mengoptimalkan segala upaya yang bisa dilakukan agar bisa menemukan sisa korban," tegasnya.

22 Jasad Ditemukan di Perairan Kalimantan Tengah

Hingga Rabu (30/9), 22 jasad korban Kapal Virgo ditemukan di perairan Kalimantan Tengah, terutama di Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Sukamara. Sebanyak 18 jasad di antaranya sudah dievakuasi dan berada di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk proses identifikasi.

Empat korban sisanya masih dalam perjalanan dibawa petugas menempuh jalur darat menuju Banjarmasin. Basarnas juga menyusuri perairan Kalimantan Tengah karena banyaknya korban yang ditemukan di wilayah tersebut.

Data Korban: 108 Selamat, 78 Meninggal, 57 Masih Dicari

Basarnas telah mengevakuasi 186 orang korban Kapal Virgo dari total 243 penumpang dan kru kapal. Rinciannya, 108 orang ditemukan selamat dan 78 orang meninggal dunia.

Operasi SAR memasuki hari ke-18 dengan 57 korban yang masih dalam proses pencarian. Kondisi bangkai kapal yang labil dan lorong yang tertutup menjadi tantangan utama bagi tim penyelam di bawah permukaan Laut Jawa.

Reporter: Redaksi