Breaking

Evaluasi Berkala Petakan Titik Pembenahan

RE
Senin, 14 September 2026
Evaluasi Berkala Petakan Titik Pembenahan

JAKARTA — Kenaikan signifikan pada Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) hingga mencapai angka 89,76 menjadi kabar baik bagi pelayanan publik di sektor infrastruktur.

Kendati demikian, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pencapaian positif tersebut tidak berarti seluruh agenda pembenahan telah tuntas.

Dody menyampaikan bahwa skor kepuasan publik berkategori "sangat baik" ini patut disyukuri sebagai hasil kerja keras seluruh jajaran.

Namun di sisi lain, ia melihat angka tersebut justru sebagai penanda bahwa masih banyak pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan untuk mewujudkan infrastruktur yang merata dan berkualitas.

"Pelayanan kita memang mencatatkan kenaikan, tetapi PR kami belum selesai. Skor IKM 89,76 ini adalah modal awal, bukan garis finish. Masih banyak tantangan di lapangan yang menuntut penyelesaian dengan cepat dan tepat," ujar Dody Hanggodo, Kamis (3/9/2026).

Ia mengungkapkan, salah satu pekerjaan rumah prioritas adalah meratakan standar kualitas pelayanan hingga ke daerah pelosok.

Menurutnya, respons cepat atas keluhan masyarakat terkait perbaikan jalan, drainase, hingga fasilitas air bersih harus dirasakan setara oleh seluruh warga tanpa ada ketimpangan antarwilayah.

Selain pemerataan, perbaikan tata kelola birokrasi dan transparansi proyek infrastruktur terus menjadi perhatian utama.

Dody berkomitmen untuk terus memangkas proses perizinan yang berbelit-belit dan memperkuat sistem pengawasan digital agar tidak ada celah penyimpangan.

Dody juga menyoroti pentingnya peningkatan ketahanan infrastruktur terhadap ancaman bencana alam dan perubahan iklim.

Bagi Kementerian PU, membangun tidak sekadar mengejar fisik, tetapi memastikan setiap bangunan dan jalan memiliki keandalan jangka panjang.

Guna menuntaskan berbagai PR tersebut, Kementerian PU akan terus membuka diri terhadap kritik, masukan, serta pengawasan dari publik.

Evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memetakan titik-titik pelayanan yang masih membutuhkan pembenahan intensif.

"Kami tidak boleh cepat berpuas diri di tengah apresiasi ini. Kenaikan nilai pelayanan justru menjadi pemicu bagi kami untuk bekerja lebih keras lagi dalam menuntaskan setiap tugas dan menghadirkan infrastruktur yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat," pungkas Dody.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua