Breaking

Gempa Flores 7,7 SR: IKAL Lemhannas Perluas Bantuan ke Desa Turamuri dan Inelika di Pedalaman Ngada, Ratusan Paket Sembako Disalurkan

RE
Selasa, 25 Agustus 2026
Gempa Flores 7,7 SR: IKAL Lemhannas Perluas Bantuan ke Desa Turamuri dan Inelika di Pedalaman Ngada, Ratusan Paket Sembako Disalurkan
Relawan IKAL Lemhannas menyalurkan paket sembako kepada warga Desa Turamuri dan Inelika di pedalaman Ngada, Flores, pascagempa berkekuatan 7,7 SR.

BAJAWA β€” Tim relawan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores bergerak menjangkau desa-desa terpencil di pesisir utara Kabupaten Ngada yang warganya belum tersentuh bantuan sejak gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 SR mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026). Dua desa yang kini menjadi fokus baru adalah Desa Turamuri dan Desa Inelika di Kecamatan Utara, meny meny meny menyusul laporan bahwa bangunan rumah warga, sekolah, kapela, hingga posyandu rubuh total.

Gempa yang berpusat di laut Flores dekat Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer itu tidak hanya meratakan bangunan, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, posko bantuan yang didirikan IKAL Lemhannas sejak 18 Agustus 2026 atas instruksi Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas RI, Prof. Purnomo Yusgiantoro, menjadi titik harapan bagi ratusan kepala keluarga.

Desa Lengkosambi Jadi Fokus Awal, Dua Desa Menyusul

Berdasarkan survei awal di lokasi bencana pada 18 Agustus 2026, Desa Lengkosambi di Kecamatan Riung ditetapkan sebagai fokus utama. Desa di pesisir pantai utara ini berada dekat dengan episentrum gempa dan menjadi prioritas karena aparat desa melaporkan belum ada jenis bantuan apapun yang masuk ke wilayah mereka.

Tim yang dikoordinatori Mikael Lauda Pati ini kemudian menyalurkan bantuan berupa beras, air mineral, paket sembako, terpal, tikar, selimut, dan perlengkapan mandi pada Sabtu (20/8/2026). Perhatian kemudian meluas setelah Kepala Desa Turamuri Laurensius Tuba Beo, Kepala Desa Inelika Viktor Djawa Pati, dan Pastor Paroki Santa Maria Inewea Kisaraghe melaporkan kondisi serupa di wilayah mereka.

Belasan Bangunan Rubuh, Anak Sekolah Terpaksa Belajar di Alam Terbuka

Di Desa Turamuri, dampak gempa terasa sangat parah. Bangunan SDK Ngelapadhi hancur dan rusak berat, memaksa anak-anak sekolah dasar menjalani proses belajar mengajar di alam bebas. Kondisi ini bahkan menarik perhatian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Mu’ti, yang mengunjungi langsung lokasi pada Senin (24/8/2026) didampingi Bupati setempat.

Meny menyikapi laporan tersebut, pada Minggu (23/8/2026), Romo Ronny bersama tim relawan melakukan pelayanan pendampingan rohani sekaligus menyalurkan bantuan darurat. Penyaluran di Desa Inelika didampingi langsung oleh Kepala Desa Viktor Djawa Pati, sementara di Desa Turamuri didampingi Kepala Desa Laurensius Tuba Beo dan Ketua Stasi Boba Thomas Djawa.

Bantuan Fokus pada Kebutuhan Dasar dan Kesehatan Ibu-Anak

Ketua DPD IKAL Lemhannas Provinsi NTT, Dr. RD. Rofinus Neto Wuli, S.Fil., M.Si (Han) yang akrab disapa Romo Ronny menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan tidak hanya menyasar kebutuhan pangan. Posko yang berkolaborasi dengan Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Flores Bajawa ini juga melayani kebutuhan mendesak kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Total bantuan tanggap darurat yang telah disalurkan mencapai 1,5 ton beras dan lebih dari 875 paket sembako, ditambah peralatan mandi, susu, obat-obatan, serta terpal dan selimut. "Semoga bantuan ini dapat meringankan beban penderitaan dan mampu membantu masyarakat desa terdampak untuk bangkit maju dari kondisi sulit saat ini," harap Romo Ronny di tengah kesibukannya mendampingi warga di pengungsian.

Sumber: indonesiasatu.co

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua