Seleksi Relawan MotoGP Mandalika 2026 di Lombok Tengah Dibanjiri 2.500 Pendaftar
NAVIGASI.CO.ID — PRAYA — Gelaran MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, menyedot animo luar biasa. Ribuan pendaftar dari berbagai latar belakang—mahasiswa, profesional muda, hingga ibu rumah tangga—bersaing memperebutkan posisi relawan di ajang balap motor paling bergengsi di dunia.
Human Capital & General Affair Manager MGPA, Nurjanah Firdaus Dewi, mencatat lonjakan signifikan sejak pendaftaran dibuka pada 24 Agustus lalu. Pada hari pertama, 1.140 orang hadir dalam sesi walk-in interview—jumlah tiga kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata hanya 400 orang.
"Antusiasme pelamar sangat tinggi sejak hari pertama, mencapai sekitar 1.140 orang, lalu grafiknya melandai. Hingga hari ini, total pendaftar sudah menembus lebih dari 2.500 orang," ungkap Dewi saat ditemui media di Dining Hall Sirkuit Internasional Mandalika, Jumat (28/8).
Dominasi Warga Lokal dan Posisi yang Diincar
Dari total pendaftar, 60 persen didominasi warga lokal Lombok Tengah. Sisanya tersebar dari Kota Mataram, Lombok Barat, serta sejumlah peserta dari luar daerah. Manajemen menegaskan prioritas utama tetap diberikan kepada warga lokal.
"Kita utamakan dari dalam daerah dulu," cetus Dewi.
Para calon relawan mengincar berbagai posisi vital: petugas kebersihan, manajemen, keamanan, kontrol keramaian, hospitality, marshal, hingga tiket. Seluruh pendaftar melewati proses wawancara awal dan seleksi ketat berbasis pengalaman, kualifikasi teknis, serta keramahan. Khusus untuk posisi hospitality, Dewi menekankan standar lebih tinggi.
"Khusus untuk hospitality, ketentuannya tidak sekadar murah senyum, tetapi juga harus ramah, rapi, dan bersih," tegasnya.
Evaluasi Alur Antrean dan Holding Room
Membludaknya jumlah peserta sempat membuat lokasi wawancara padat. MGPA bergerak cepat mengevaluasi alur antrean, menyediakan ruang tunggu (holding room), serta mendistribusikan air minum demi kenyamanan pelamar.
"Kami berkomitmen lakukan upaya yang terbaik terhadap pelaksanaan proses interview dan memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan secara lebih terstruktur, tertib serta tetap mempertahankan kenyamanan seluruh peserta," papar Dewi.
Magnet Pengalaman Internasional bagi Generasi Muda
Bagi mahasiswa lokal, ajang ini menjadi sarana membuktikan kapasitas diri dan mengasah keterampilan interpersonal. Intan Karina Lestari, mahasiswi semester akhir UIN Mataram asal Lombok Tengah, mengaku antusias melamar di posisi ticketing. Setelah berpengalaman di ajang GT World Challenge Asia, ia tak ingin melewatkan kesempatan bertugas di daerahnya sendiri.
"Saya senang bertemu banyak orang dan mencari pengalaman. Apalagi sirkuit ini ada di Lombok Tengah, tempat tinggal saya. Tentu saya ingin berpartisipasi dan memanfaatkan keberadaan sirkuit ini sebaik-baiknya," ungkap Intan.
Niat serupa diutarakan Dion, mahasiswa semester enam Poltekpar Lombok asal Praya. Ini merupakan kali ketiga dirinya mendaftar untuk posisi ticketing dan hospitality. "Saya ingin ilmu yang didapat di bangku kuliah tidak sia-sia. Ajang ini sangat tepat untuk mengasah interpersonal skill," katanya.
Tak hanya dari kalangan mahasiswa, warga lokal sekitar sirkuit juga menyambut hangat peluang ini. Dian Sinarti, warga Desa Kawo, memberanikan diri mendaftar untuk pertama kalinya sebagai petugas cleaning service. "Saya dapat informasi dari tetangga sekitar rumah kalau ada pembukaan volunteer. Mumpung ada kesempatan dan didukung penuh oleh suami, saya langsung ikut mendaftar," tutupnya.