Breaking

Gempa Susulan di NTT Diprediksi Masih Berlangsung 21-30 Hari, BNPB Siapkan Bantuan Hingga Rp 30 Juta untuk Rumah Rusak

RE
Kamis, 20 Agustus 2026
Gempa Susulan di NTT Diprediksi Masih Berlangsung 21-30 Hari, BNPB Siapkan Bantuan Hingga Rp 30 Juta untuk Rumah Rusak
Gempa susulan di NTT diprediksi BMKG masih berlangsung selama 21–30 hari ke depan dengan tren penurunan.

JAKARTA — Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, memastikan rangkaian gempa susulan di NTT masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Berdasarkan grafik monitoring, aktivitas gempa menunjukkan tren penurunan meskipun sempat terjadi peningkatan di periode tertentu.

"Dengan data yang ada saat ini, kira-kira (masih akan berlangsung) dalam 21-30 hari ke depan, tetapi akan menurun," ujar Nelly dalam konferensi pers bersama BNPB yang dipantau di Jakarta, Rabu (19/8).

Sebaran Gempa Terkonsentrasi di Flores Tengah-Barat

Secara spasial, sebaran gempa susulan terkonsentrasi di wilayah Flores bagian tengah hingga barat. BMKG menyebut pola ini berkaitan erat dengan zona tektonik aktif yang menjadi pemicu utama rangkaian kegempaan.

Hingga Rabu pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat total 3.002 gempa susulan dengan magnitudo 1,1 hingga 6,2. Dari jumlah itu, sebanyak 86 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk 25 kejadian dengan magnitudo 5,0 atau lebih besar.

"Jumlah gempa susulan banyak itu, karena sebagai bagian dari penyesuaian kerak bumi atau pelepasan energi, sehingga mendapatkan keseimbangan yang baru setelah ada gempa utama yang besar," jelas Nelly.

Skema Bantuan: Rp 15 Juta untuk Rusak Ringan, Rp 30 Juta untuk Rusak Sedang

Pemerintah melalui BNPB telah menyiapkan dukungan finansial bagi pemilik rumah yang rusak akibat gempa. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bantuan diberikan setelah proses pendataan dan verifikasi selesai dilakukan.

"Pemerintah menyiapkan skema bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak. Untuk rumah dengan kategori rusak ringan, BNPB akan memberikan dukungan sebesar Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang mendapatkan dukungan sebesar Rp30 juta," kata Suharyanto.

Hunian Tetap Disiapkan untuk Rumah Rusak Berat

Bagi warga yang rumahnya masuk kategori rusak berat, pemerintah tidak memberikan bantuan tunai melainkan solusi pembangunan hunian tetap (huntap). Sebelum proses pembangunan direalisasikan, BNPB menyiapkan hunian sementara (huntara) melalui skema Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu.

BMKG memastikan akan terus melakukan monitoring dan analisis terhadap aktivitas kegempaan di NTT. Data terbaru akan diperbarui secara berkala untuk memberikan gambaran yang lebih akurat kepada publik dan instansi terkait.

Sumber: kupang.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua