Breaking

Gempa M 7,7 di Nagekeo Ganggu 200 BTS di 10 Kabupaten NTT, Sikka Terparah dengan 51 Pemancar Bermasalah

TS
Sabtu, 15 Agustus 2026
Gempa M 7,7 di Nagekeo Ganggu 200 BTS di 10 Kabupaten NTT, Sikka Terparah dengan 51 Pemancar Bermasalah
Sejumlah teknisi memeriksa perangkat Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak gempa M 7,7 di Nagekeo, NTT.

KUPANG — Guncangan gempa dahsyat yang melanda NTT tidak hanya merobohkan bangunan, tetapi juga melumpuhkan infrastruktur telekomunikasi. Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang dipantau hingga pukul 07.00 WIB mencatat, gangguan terjadi di 10 kabupaten/kota dan menyebar ke 16,35 persen dari total pemancar yang beroperasi di zona bencana.

Tiga operator besar, yakni Telkomsel, XLSmart, dan Indosat Ooredoo Hutchison, mengonfirmasi layanan mereka terganggu. Penyebab utamanya adalah terputusnya pasokan listrik di area terdampak dan rusaknya jaringan transmisi akibat gempa.

51 BTS di Sikka Lumpuh, Disusul Ende dan Flores Timur

Kabupaten Sikka menjadi wilayah dengan kerusakan terparah. Sebanyak 51 dari 192 lokasi BTS di kabupaten tersebut dilaporkan mati. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lain.

Di posisi berikutnya, Kabupaten Ende mencatatkan 31 BTS terganggu, disusul Kabupaten Flores Timur dengan 26 pemancar bermasalah. Kerusakan yang tersebar di tiga wilayah ini menjadi prioritas utama pemulihan karena menjadi pusat koordinasi evakuasi.

Komdigi Kerahkan Tim, Keselamatan Teknisi Prioritas Utama

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyatakan proses pemantauan dan koordinasi dengan operator terus berjalan guna mempercepat penanganan. Pihaknya membentuk tim terpadu bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan pemerintah daerah.

"Keselamatan petugas dan akses publik terhadap akses telekomunikasi menjadi pertimbangan utama dalam proses pemeriksaan dan pemulihan di lapangan," kata Wayan Toni Supriyanto.

Wayan menambahkan, kondisi jaringan sangat dinamis pascabencana. Data akan terus diperbarui berdasarkan laporan operator dan hasil pemantauan lapangan. "Begitu kondisi memungkinkan, penanganan teknis akan dilakukan pada site yang mengalami gangguan," ujarnya.

Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Ikuti Arahan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, proses perbaikan infrastruktur telekomunikasi masih menunggu situasi keamanan di lapangan membaik. Tim teknis belum bisa bergerak ke lokasi jika kondisi masih rawan gempa susulan.

Komdigi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Warga diminta terus memantau arahan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemerintah daerah, serta lembaga penanganan bencana setempat.

Sumber: achmadnurhidayat.id

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua