KOLBANO — Gubuk itu berdiri di tepi Pantai Kolbano, Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Beratap daun gewang, berdinding seadanya, dan jauh dari kata layak huni. Di sanalah Oscar Kikhau, Lodia Malkus, dan tiga anak laki-laki mereka menjalani hari selama delapan tahun terakhir.

Dinding gubuk berlubang sehingga angin dan dingin malam mudah masuk. Pada kondisi tertentu, salah satu anggota keluarga terpaksa menumpang tidur di rumah tetangga karena tak tahan menghadapi cuaca.

Apa yang Membuat Tiga Anak Harus Mandi di Rumah Ketua RT?

Ketiga anak pasangan itu masih bersekolah. Sebelum berangkat, mereka menumpang mandi di rumah Ketua RT setempat karena gubuk keluarga tidak punya fasilitas memadai.

Keluarga Oscar dan Lodia tercatat tinggal di RT 012/RW 006. Meski hidup dalam keterbatasan, keduanya tetap berusaha menyekolahkan anak-anak mereka dan mempertahankan kehidupan seperti keluarga lain.

Delapan Tahun Bertahan di Tengah Keterbatasan Ekonomi

Delapan tahun bukan waktu singkat. Gubuk itu bukan sekadar tempat berteduh, melainkan ruang keluarga untuk tidur, berkumpul, dan membesarkan anak-anak di tengah tekanan ekonomi yang tak kunjung usai.

Kondisi rumah yang berlubang membuat keluarga rentan terhadap cuaca. Angin laut dan dingin malam masuk lewat celah dinding, sementara ruang gerak keluarga sangat terbatas.

Warga sekitar mengenal keluarga ini sebagai keluarga yang bertahan tanpa banyak mengeluh. Tetangga menjadi tempat bergantung saat kondisi gubuk tidak memungkinkan untuk ditinggali.

Harapan yang Belum Terjawab

Kisah keluarga Oscar dan Lodia menjadi potret warga di kawasan pesisir Kolbano yang masih menunggu perhatian. Rumah layak, akses air bersih, dan fasilitas dasar lain belum mereka rasakan hingga kini.

Tiga anak yang masih bersekolah menjadi alasan utama keluarga ini bertahan. Mereka berharap ada uluran tangan, baik dari pemerintah desa, kabupaten, maupun pihak lain, agar bisa pindah ke tempat tinggal yang lebih layak.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah setempat terkait rencana bantuan rumah layak untuk keluarga tersebut.

Reporter: Redaksi