JAKARTA, 28 September 2026 – Mobil kini tak lagi sekadar dipandang sebagai alat transportasi. Bagi konsumen, khususnya generasi muda, pilihan kendaraan semakin mempertimbangkan efisiensi, teknologi, kenyamanan, hingga dampaknya terhadap lingkungan. Perubahan preferensi tersebut turut mendorong kendaraan listrik atau electric vehicle(EV) semakin dilirik sebagai pilihan mobilitas.
Tren tersebut tercermin dari pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik di PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) yang hingga Juli 2026 meningkat 66% secara tahunan. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin terbukanya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik sekaligus kebutuhan atas pilihan pembiayaan yang sesuai dengan preferensi dan kemampuan finansial konsumen.
Bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan listrik, pertimbangan tidak berhenti pada harga kendaraan. Efisiensi biaya operasional, teknologi, kenyamanan, nilai guna, hingga bagaimana cicilan dikelola dalam anggaran bulanan menjadi bagian dari keputusan sebelum membeli.
Menjawab kebutuhan tersebut, BSI melalui BSI OTO menghadirkan pembiayaan kendaraan, termasuk Kendaraan Berwawasan Lingkungan (KBL), dengan skema sesuai prinsip syariah. Nasabah dapat memperoleh kepastian angsuran tetap setiap bulan sehingga pengeluaran untuk kendaraan dapat lebih mudah diperhitungkan dalam perencanaan keuangan.
“Konsumen sekarang semakin cermat sebelum membeli kendaraan. Bukan hanya melihat harga, tetapi juga menghitung efisiensi, manfaat, teknologi, dan tentu bagaimana pembiayaannya dapat dikelola dengan baik. Ini yang membuat kendaraan listrik semakin menarik, sekaligus membuka kebutuhan terhadap solusi pembiayaan yang memberikan kepastian,” ujar Direktur Retail Banking Bank BSI, Kemas Erwan Husainy.
Secara keseluruhan, minat masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan berbasis syariah juga terus tumbuh. Hingga Juli 2026, outstanding pembiayaan BSI OTO mencapai sekitar Rp6,75 triliun atau tumbuh 11,34% secara tahunan (year on year). Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi tetap kuat, di tengah perubahan preferensi terhadap jenis kendaraan dan cara mengelola pembeliannya.
Menurut BSI, meningkatnya minat terhadap EV tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi. Perubahan gaya hidup juga membuat konsumen semakin memperhatikan efisiensi dan keberlanjutan ketika memilih kendaraan. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi pembiayaan syariah untuk menjadi bagian dari ekosistem mobilitas baru yang berkembang di masyarakat.
“Kami melihat kendaraan listrik bukan hanya sebagai tren teknologi, tetapi sebagai bagian dari perubahan cara masyarakat memilih mobilitas. Karena itu, BSI ingin memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pembiayaan yang transparan, terukur, dan sesuai prinsip syariah ketika mereka menentukan pilihan kendaraannya,” kata Kemas.
Melalui BSI OTO, perseroan terus memperluas akses pembiayaan kendaraan sekaligus mendukung perkembangan ekosistem otomotif nasional. Pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut, sejalan dengan semakin beragamnya kebutuhan masyarakat terhadap mobilitas yang modern, efisien, dan berkelanjutan.