KUPANG — Analis Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM KI & Syariah KPw BI NTT Reyza Lisembina B menyatakan kesiapan menjadi eksportir harus dibangun secara bertahap. Tahapan itu mencakup kualitas produk hingga kemampuan memenuhi kebutuhan pembeli.

"Menjadi eksportir bukan proses yang terjadi dalam waktu singkat, tetapi dibangun melalui kesiapan produk, ketepatan membaca pasar, konsistensi memenuhi standar, serta keberanian untuk terus belajar dan membuka jejaring baru," kata Reyza di Kupang, Kamis.

Materi Pelatihan: dari Pemetaan Pasar hingga Export Pitching

Bootcamp tersebut membekali peserta dengan sejumlah keterampilan teknis. Materi yang diberikan meliputi pemetaan pasar, penyusunan harga dan penawaran komersial, serta manajemen risiko pembayaran.

Peserta juga mendapat pelatihan komunikasi dan negosiasi bisnis, penguatan profil usaha, katalog produk, pemasaran digital, dan export pitching. Seluruh materi diarahkan agar UMKM memiliki target pasar, materi penawaran, dan rencana tindak lanjut yang lebih siap.

Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju business matching ekspor dalam Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 pada Oktober mendatang.

Ekspor NTT Turun 10,62 Persen pada Semester I 2026

Penguatan daya saing UMKM dinilai penting seiring perkembangan perdagangan luar negeri NTT. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor NTT pada Januari-Juni 2026 mencapai 32,03 juta dolar AS.

Angka itu turun 10,62 persen dibandingkan periode yang sama 2025. Meski demikian, neraca perdagangan NTT masih mencatat surplus 29,78 juta dolar AS.

Dari 98 UMKM yang mendaftar, sekitar 50 UMKM terpilih mengikuti pelatihan dalam bootcamp tersebut.

Kolaborasi BI dan Pemprov NTT Perluas Akses Pasar

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Zet Sony Libing menilai kolaborasi BI dan Pemprov NTT penting untuk memperluas akses pasar produk unggulan daerah ke pasar internasional.

"NTT memiliki produk unggulan yang berpotensi menjangkau pasar internasional. Potensi ini perlu didukung dengan kualitas yang konsisten, kapasitas produksi yang memadai, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar tujuan," katanya.

Ia berharap penguatan kapasitas tersebut membuat UMKM NTT lebih siap membangun kemitraan usaha sekaligus menindaklanjuti peluang ekspor secara berkelanjutan.

Reporter: Redaksi