Pemprov NTT Susun Rencana Aksi Pangan dan Gizi, 31 Makalah Riset Jadi Dasar Kebijakan Pangan Lokal

Peserta Forum Simpul Pangan Nusantara mengikuti pemaparan hasil riset di Kupang, Rabu.
Penulis: Redaksi
Kamis, 17 September 2026 | 00:32:02 WIB

KUPANG — Transformasi sistem pangan berbasis potensi lokal itu dibahas usai Forum Simpul Pangan Nusantara yang diinisiasi ICRAF Indonesia bersama pemerintah dan akademisi di Kupang, Rabu. Forum tersebut mempresentasikan 31 makalah dan 18 poster ilmiah yang mencakup inovasi pertanian cerdas iklim, kelembagaan dan inklusi sosial, diversifikasi konsumsi dan ketahanan gizi, serta tata kelola bentang lahan dan kebijakan.

Menurut Theresia, hasil kajian dan temuan dari perguruan tinggi, komunitas, pemerintah, dan organisasi masyarakat akan dipertimbangkan dalam penyusunan kebijakan pangan. Integrasi itu masuk ke dalam strategi perubahan RPJMD NTT.

Mengapa Sektor Pertanian Jadi Kunci Kebijakan Pangan NTT

Struktur perekonomian NTT masih ditopang sektor pertanian. Pemerintah ingin memastikan pengembangan pertanian, perikanan, dan peternakan memberikan manfaat langsung bagi petani, nelayan, dan peternak.

"Selama ini memang diakui sektor peternakan berjalan dengan baik, namun dari sisi pertanian masih sangat minim, karena itu berbagai upaya kami lakukan agar sektor pertanian kita juga bisa seperti sektor peternakan," ujar Theresia.

Pengembangan pangan juga harus disesuaikan dengan karakteristik dan potensi setiap wilayah, termasuk dalam agenda pemulihan wilayah Flores pascagempa.

Agroforestri dan Kebun Pangan Komunal di 43 Titik

Direktur Landscape Alliance Asia Sonya Dewi menilai transformasi sistem pangan perlu melihat keterkaitan antara pertanian, pangan, hutan, dan tata kelola lahan. Pendekatan agroforestri dinilai dapat memperkuat pangan lokal sekaligus menjaga fungsi ekosistem.

"Menurut saya pendekatan agroforestri, dapat dikembangkan untuk memperkuat pangan lokal sekaligus menjaga fungsi ekosistem," tegas Sonya.

Program Simpul Pangan Nusantara mengembangkan kebun pangan komunal dan pekarangan, penguatan pangan lokal dan gizi, serta kurikulum muatan lokal "Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim". Hingga kini pendekatan tersebut menjangkau 43 kebun pangan komunal dan 771 kebun pekarangan keluarga, didukung delapan rumah benih lokal.

Sebanyak 1.288 peserta telah mengikuti peningkatan kapasitas terkait pangan lokal dan gizi seimbang. Forum di Kupang menjadi lokasi pertama dari tiga seri regional Simpul Pangan Nusantara yang dilanjutkan di Makassar dan Palembang pada Oktober 2026.

Reporter: Redaksi