Kemenag Flores Timur Bekali 120 Warga Binaan Rutan Larantuka Pupuk Organik dan Bertani Lewat Program Ekoteologi
LARANTUKA — Sebanyak 120 warga binaan Rutan Kelas IIB Larantuka, Nusa Tenggara Timur, kini tak hanya menjalani pembinaan kerohanian. Lewat program ekoteologi yang digagas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Flores Timur, mereka dibekali keterampilan membuat pupuk organik dan mengelola kebun sayur.
Program ini dijalankan melalui pendampingan penyuluh agama Katolik. Hasilnya, tiga kebun di area rutan kini dimanfaatkan dan menghasilkan sayuran untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan sehari-hari.
Pembinaan yang Menyentuh Kebutuhan Hidup
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, mengatakan pendekatan ekoteologi mengintegrasikan pembinaan keagamaan dengan pelatihan keterampilan. Menurutnya, pelayanan kementerian tidak hanya hadir lewat ceramah, tetapi juga pendampingan yang menyentuh kebutuhan manusia.
“Warga binaan tidak hanya mendapat pembinaan rohani, tetapi juga belajar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, termasuk sayuran untuk kebutuhan konsumsi di rutan,” ujar Yosef dalam keterangannya di Kupang, Rabu.
Bekal Keterampilan Setelah Bebas
Keterampilan membuat pupuk organik dan berkebun diharapkan menjadi modal bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat. Ekoteologi sendiri merupakan ajakan menjaga lingkungan, merawat tanah, dan memanfaatkan alam secara bertanggung jawab.
Kepala Rutan Kelas IIB Larantuka, Jaka Putra Manurung, mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini membantu rutan membangun pembinaan yang lebih bermanfaat dan manusiawi.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian Agama yang terus hadir melalui pembinaan dan penyuluhan. Pelatihan pembuatan pupuk organik dan pengelolaan kebun ini sangat membantu kami,” kata Jaka.
Perjanjian Kerja Sama Diperbarui
Pada kesempatan yang sama, Kemenag Flores Timur dan Rutan Kelas IIB Larantuka memperbarui perjanjian kerja sama. Langkah ini menjadi dasar untuk melanjutkan pembinaan keagamaan, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan warga binaan secara lebih terarah ke depan.