Neraca Perdagangan NTT Surplus 29,78 Juta Dolar AS pada Semester I-2026, Ekspor ke Timor Leste Mendominasi

Petugas menunjukkan dokumen ekspor di Pelabuhan Kupang, NTT, Selasa (14/7/2026).
Penulis: Aldi
Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:04:03 WIB

KUPANG — Nilai ekspor Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Juni 2026 justru menunjukkan akselerasi signifikan. BPS mencatat realisasi ekspor bulanan mencapai 5,26 juta dolar AS, atau melonjak 19,96 persen dibandingkan Juni 2025. Angka ini menjadi sinyal positif di tengah tren penurunan akumulasi ekspor selama enam bulan terakhir.

Kepala BPS NTT, Matamira B Kale, mengungkapkan bahwa pertumbuhan bulanan ini didorong oleh lonjakan ekspor migas yang mencapai 171,17 persen secara tahunan, meski nilai absolutnya masih kecil, yakni 0,26 juta dolar AS.

Ekspor Nonmigas Mendominasi, Didorong Industri Pengolahan

Sepanjang semester I-2026, sektor nonmigas berkontribusi hingga 94,87 persen terhadap total ekspor NTT. Dari sisi sektor usaha, industri pengolahan menjadi tulang punggung dengan kontribusi 81,01 persen, disusul sektor pertanian sebesar 11,63 persen dan pertambangan 2,23 persen.

“Selama semester I-2026, sektor nonmigas menyumbang 94,87 persen terhadap total ekspor NTT,” kata Matamira B Kale di Kupang, Selasa.

Namun, nilai ekspor nonmigas pada semester I-2026 tercatat 30,39 juta dolar AS atau berkurang 12,74 persen dibandingkan semester I-2025. Penurunan ini menjadi catatan tersendiri bagi para eksportir di daerah.

Komoditas Apa Saja yang Meningkat Drastis?

Dari 10 komoditas ekspor terbesar, peningkatan tertinggi terjadi pada komoditas kapal terbang dan bagiannya (HS 88) yang melesat 482,79 persen atau setara tambahan 1,83 juta dolar AS. Disusul bahan bakar mineral (HS 27) yang tumbuh 62,11 persen dan kendaraan serta bagiannya (HS 87) yang naik 9,53 persen.

Kenaikan ini menunjukkan adanya diversifikasi produk yang mulai berjalan, tidak lagi bergantung pada satu jenis komoditas unggulan.

Timor Leste Masih Jadi Pangsa Pasar Utama

Secara geografis, pasar ekspor NTT masih terpusat pada negara tetangga. Timor Leste menjadi tujuan utama dengan nilai ekspor 25,43 juta dolar AS atau menguasai 79,38 persen dari total ekspor. Posisi berikutnya ditempati Turki dengan nilai 2,21 juta dolar AS dan Jepang sebesar 0,99 juta dolar AS.

Ketergantungan tinggi pada satu negara tujuan ini menjadi risiko yang perlu diantisipasi para pelaku usaha untuk memperluas pasar ke kawasan lain.

Impor NTT Anjlok Hampir 45 Persen

Di sisi impor, NTT mencatatkan nilai 2,25 juta dolar AS dengan volume 6.408,94 ton pada semester I-2026. Realisasi ini turun drastis 44,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Juni 2026, nilai impor NTT bahkan hanya mencapai 0,31 juta dolar AS atau menyusut 34,66 persen dibandingkan Juni 2025. Penurunan impor yang tajam ini turut memperlebar surplus neraca perdagangan daerah.

Reporter: Aldi