SOE — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Apris Manafe, M.Si., menyampaikan hal itu saat ditemui awak media di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS, Jumat (2/10/2026). Menurutnya, lomba lari pelajar ini digelar untuk mengembangkan sekaligus menjaring bakat atlet lari sejak jenjang sekolah dasar dan menengah pertama.
Apris menjelaskan, pelaksanaan kegiatan melibatkan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Kolaborasi itu mencakup pembagian komponen anggaran yang tidak seluruhnya bisa ditanggung dinas.
Kolaborasi Anggaran Dinas dan Sekolah
Apris menyebut ada sejumlah komponen kegiatan yang tidak bisa dianggarkan lewat pos dinas. Karena itu, dinas berdiskusi dengan K3S dan MKKS untuk menutup kebutuhan tersebut secara bersama.
"Kami dinas anggarkan, tetapi ada komponen-komponen yang tidak bisa kami anggarkan. Kami berdiskusi dengan teman-teman kami di K3S dan MKKS, maka terjadilah kolaborasi anggaran untuk kegiatan ini," jelasnya.
Skema kolaborasi ini membuat penyelenggaraan Piala Bupati TTS Cup II tetap berjalan meski tidak seluruh pembiayaan masuk dalam anggaran dinas. Sekolah-sekolah yang tergabung dalam K3S dan MKKS ikut menanggung bagian yang tidak tercakup.
Jaring Atlet Lari Sejak Jenjang SD dan SMP
Lomba lari ini menyasar pelajar tingkat SD dan SMP di Kabupaten TTS. Dikbud menempatkan kegiatan ini sebagai salah satu jalur pembinaan awal bagi pelajar yang punya potensi di cabang atletik, khususnya nomor lari.
Peserta dari kedua jenjang pendidikan itu akan berlaga di lintasan pada Sabtu (3/10/2026). Ajang ini juga menjadi ruang kompetisi bagi pelajar antar sekolah di wilayah Kabupaten TTS.
Dikbud TTS sebelumnya telah menggelar Piala Bupati TTS Cup pada edisi pertama. Edisi kedua tahun 2026 ini kembali mempertemukan pelajar SD dan SMP dengan format lomba lari.