OELAMASI — Pemandirian Jemaat GMIT Sion Manuat, Baumata Timur, resmi berjalan setelah melalui perjalanan pelayanan sejak 2019. Bupati Kupang Yosef Lede menilai perubahan status kelembagaan itu bukan sekadar urusan administrasi gereja. Ia menyebut pemandirian sebagai momentum memperkuat iman, kebersamaan, dan pelayanan kepada sesama warga.

Ibadah tersebut sekaligus menandai peralihan tanggung jawab kepemimpinan jemaat. Pdt. Adipapa Yanto Haning menyerahkan pelayanan kepada Pdt. Yohanes Apeles Lake. Sejumlah pejabat Pemkab Kupang dan pengurus Klasis Kupang Tengah hadir dalam acara itu.

Pesan Bupati: Persekutuan Jadi Kunci Pertumbuhan Jemaat

Yos Lede menekankan pentingnya jemaat menjaga hubungan persekutuan antaranggota. Menurutnya, pertumbuhan jemaat tidak cukup diukur dari jumlah warga yang bergabung. Ketaatan kepada Kristus menjadi ukuran yang sama pentingnya.

"Rawat persekutuan, itu kata kunci. Kalau persekutuan dirawat, maka jemaat akan terus bertumbuh, terutama bertumbuh dalam iman kepada Kristus. Bertumbuh bukan hanya dalam jumlah, tetapi juga dalam ketaatan kepada Kristus," ujar Bupati.

Ia juga menyinggung posisi jemaat sebagai bagian dari masyarakat luas. Pembangunan iman, katanya, harus berjalan seiring dengan pembangunan kehidupan warga. Pemerintah Kabupaten Kupang menyatakan akan terus menjadi mitra gereja dalam mendukung pelayanan dan pembangunan.

Apresiasi untuk Pendeta yang Menakhodai Jemaat Sejak 2019

Bupati menyampaikan terima kasih kepada Pdt. Adipapa Yanto Haning dan keluarga atas pelayanan yang telah meletakkan dasar kehidupan jemaat Sion Manuat. Ia meminta seluruh jemaat memberi dukungan kepada pelayan baru agar pelayanan berjalan lancar.

"Atas nama pemerintah, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Pendeta Adi dan keluarga yang telah memberikan pelayanan dan membangun jemaat ini. Jemaat adalah bagian dari masyarakat, sehingga pembangunan iman harus berjalan seiring dengan pembangunan kehidupan masyarakat," katanya.

Yos Lede turut mengajak semua pihak bergotong royong mendukung kebutuhan pembangunan fisik gereja. Ia menyebut pelayanan sebagai titipan beban masyarakat dan jemaat yang harus dikerjakan dengan baik.

"Kita semua adalah pelayan yang dipakai Tuhan untuk melakukan yang terbaik. Apa yang dapat kita kerjakan, akan kita kerjakan dengan baik, karena di pundak kita ada titipan beban masyarakat dan jemaat," tegasnya.

Perjalanan Sion Manuat: dari Lokasi Sederhana ke Jemaat Mandiri

Pdt. Adipapa Yanto Haning mengenang kondisi lokasi pelayanan saat pertama kali ia datang pada 31 Maret 2019. Saat itu, fasilitas di kawasan tersebut masih sangat sederhana. Pembangunan berjalan bertahap berkat kerja bersama jemaat, pemerintah, dan berbagai pihak hingga GMIT Sion Manuat berstatus jemaat mandiri.

Ia menilai capaian itu bukan hasil kerja satu orang. Adipapa menyebut dirinya dikelilingi banyak pihak yang berkontribusi mendukung proses pemandirian jemaat.

"Kita ini bekerja bukan sebagai superman, tetapi sebagai super team. Saya bersyukur dikelilingi oleh banyak orang hebat yang Tuhan pakai untuk mendukung sehingga pemandirian Jemaat Sion ini dapat berlangsung dengan baik," katanya.

Adipapa juga memohon maaf atas kekurangan selama menjalankan pelayanan. Ia berharap hubungan persekutuan dan persaudaraan yang telah terbangun tetap terpelihara meski dirinya tidak lagi menjabat Ketua Majelis Jemaat Sion Manuat.

Pelayan Baru Siap Melanjutkan Pelayanan

Pdt. Yohanes Apeles Lake menyampaikan terima kasih atas kepercayaan jemaat. Ia mengaku sebelumnya melayani di wilayah perkampungan dan kini mendapat tanggung jawab di kawasan pinggiran kota. Hal itu dipandangnya sebagai bagian dari panggilan pelayanan.

"Saya percaya Jemaat Sion Manuat adalah orang-orang yang kuat. Karena itu, mari kita berjalan bersama, saling menuntun dan saling mendukung dalam pelayanan. Mari kita maju terus dan melakukan semuanya untuk Tuhan," ungkapnya.

Ia mengapresiasi Pdt. Adipapa Yanto Haning beserta keluarga, Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah, para pelayan, dan seluruh jemaat yang mendukung keberlanjutan pelayanan di GMIT Sion Manuat.

Turut hadir dalam ibadah itu Wakil Ketua Sinode GMIT Saneb Blegur, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Marthen Timate, Kepala Dinas Peternakan Oktaviana Manulangga, Kepala Dinas PUPR Tonci Teuf, Kepala Bagian Protokol Benidiktus Selan, Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah Alfred Waangsir, Camat Taebenu Rollanda Pellondou, para kepala desa, pelayan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Reporter: Redaksi