Efisiensi BUMN di Era Prabowo Hemat Rp 50 Triliun, 290 Perusahaan Plat Merah Resmi Ditutup
JAKARTA — Kebijakan perampingan BUMN yang digeber pemerintahan Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil nyata di atas kertas. Dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jumat, Kepala Negara melaporkan efisiensi dari sisi operasional perusahaan pelat merah telah menghemat anggaran negara hingga Rp 50 triliun lebih.
Angka tersebut berasal dari pemangkasan biaya operasional yang selama ini membebani keuangan negara. "Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini kita telah hemat overhead sekitar Rp 50 triliun. Hanya dari gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas, kita sudah bisa menghemat Rp 50 triliun lebih," ujar Prabowo di hadapan para anggota legislatif.
Sebanyak 290 BUMN Tidak Produktif Resmi Ditutup
Langkah berani pemerintah adalah menutup 290 perusahaan dari total 1.074 BUMN yang sebelumnya terdaftar. Perusahaan-perusahaan tersebut dinilai tidak memberikan keuntungan dan justru menjadi sumber kerugian bagi negara.
Kebijakan ini diambil berdasarkan evaluasi ketat terhadap kinerja keuangan dan manfaat publik dari setiap perusahaan. Pemerintah menargetkan pada 31 Desember 2026, jumlah BUMN yang tersisa maksimal hanya 300 perusahaan.
"(Sebanyak) 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan," tegas Prabowo dalam pidato kenegaraannya.
Dana Hasil Efisiensi untuk Puskesmas hingga Rumah Rakyat
Penghematan yang terkumpul tidak akan diamkan di kas negara. Pemerintah berencana mengalokasikan dana tersebut untuk membiayai program-program sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Prioritas utama penyaluran dana hasil restrukturisasi ini adalah perbaikan puskesmas di seluruh Indonesia, renovasi sekolah yang rusak, serta penyediaan rumah bagi rakyat yang membutuhkan.
"Target kita Desember 31 2026, kita harus menghemat Rp 70 triliun lebih. Kita bisa bayangkan dengan Rp 50 triliun, berapa puskesmas bisa kita perbaiki, berapa sekolah bisa direnovasi, berapa rumah bisa kita berikan kepada rakyat," terang Presiden Prabowo.
Target Penghematan Tembus Rp 70 Triliun Akhir 2026
Pemerintah optimistis nilai efisiensi akan terus bertambah seiring dengan proses penutupan perusahaan yang tidak produktif. Hingga saat ini, total penghematan yang sudah dipastikan mencapai lebih dari Rp 50 triliun, dengan ruang pertumbuhan hingga Rp 20 triliun lagi hingga akhir tahun.
Sidang tahunan ini merupakan agenda kenegaraan untuk menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Selain pidato, pemerintah juga menayangkan video capaian kinerja kabinet di hadapan para hadirin.