121 Kebijakan Transformatif Prabowo dalam 21 Bulan: Pupuk Turun 20 Persen, Impor Solar Dihentikan per Juli 2026
JAKARTA — Rata-rata satu kebijakan transformatif diputuskan pemerintah setiap lima hari selama 21 bulan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Klaim itu disampaikan Prabowo di hadapan para pimpinan lembaga negara pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.
"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh-puluh tahun tidak bisa kita selesaikan," ujar Prabowo dalam pidato kenegaraannya.
Harga Pupuk Turun 20 Persen, 145 Aturan Dihapus
Salah satu kebijakan yang ditekankan Prabowo adalah penyederhanaan tata kelola pupuk di sektor pertanian. Pemerintah menghilangkan 145 aturan penyaluran pupuk yang selama ini membebani petani.
"Harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat," kata Prabowo.
Langkah ini merupakan bagian dari percepatan swasembada pangan yang selama ini terhambat birokrasi distribusi.
Impor Solar Dihentikan, Devisa Rp 170 Triliun Dihemat
Pada sektor energi, pemerintah mengklaim telah mencapai swasembada bahan bakar minyak (BBM) jenis solar melalui produksi biodiesel B50 berbasis kelapa sawit. Mulai 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri.
"Kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit sehingga mulai tahun ini, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, dan kita berhasil menghemat devisa 170 triliun rupiah, sekitar 9,5 miliar dolar AS tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri," jelas Prabowo.
Makan Bergizi dan Hilirisasi Jadi Prioritas Berikutnya
Prabowo juga menegaskan program makanan bergizi telah ditunaikan, seiring dengan eksekusi rencana hilirisasi dan bantuan sosial di lapangan. Ia mengapresiasi jajaran kabinet yang disebutnya bekerja keras, bahkan hingga ada yang jatuh sakit dan menjalani operasi.
"Demikian bukti kesungguhan dari pemerintah yang saya pimpin," ujarnya.
Pidato ini merupakan rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. Sidang tahunan tersebut turut dihadiri Presiden Ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-11 Boediono, Wakil Presiden Ke-13 Ma'ruf Amin, serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.